Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Jumat, 18 Mei 2012

Demi Wanita, Nyamar Jadi Perwira




BATAM-KEPRI (bharatanews):  Wing Trisnanto alias Bayu baru bisa menyesali perbuatannya ketika berada di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin. Ia menjadi terdakwa karena memalsukan identitas untuk keuntungan pribadi. Ketika disidang, ia hanya dapat tertunduk malu dan meminta maaf.

Padahal sebelumnya, ia menyaru menjadi seorang Pasi Intel Yonif 134 Tuah Sakti berpangkat perwira. Hal itu dilakukan Bayu menarik hati seorang wanita bernama Kurniawati. Dari Kurniawati ia berhasil meraup keuntungan Rp15 juta serta meminjam sepeda motor wanita itu hingga tak dikembalikan.

Sidang tersebut dipimpin oleh Saiman SH. MH didampingi oleh Ranto Indra Karta SH. MH dan Thomas Tarigan SH. MH. Saat sidang Jaksa penuntut Lukman menghadirkan dua orang saksi yaitu Kurniawati dan Rusdianto, Pasi Intel asli.

Majelis hakim saat itu meminta Kurniawati menceritakan bagaimana ia bisa kenal dengan terdakwa hingga bisa merugi hingga belasan juta rupiah. Dikisahkan wanita berbadan kecil ini, bahwa awal perkenalanya dengan Bayu lewat Jejaring Sosial Facebook. Ketika itu, Bayu mengatakan kalau ia adalah seorang anggota TNI. Kurniawatipun langsung percaya ketika melihat foto-foto Bayu yang berpakaian seragam layaknya seorang anggota TNI. Bayu juga menjelaskan kalau ia sedang pendidikan di Mabes TNI untuk mendapatkan gelar Kapten.

Setelah perkenalan pertama lewat facebook. Kuniawati dan Bayupun bertambah dekat. Barulah sekitar bulan September Bayu mengungkapkan keinginanya bertemu dengan Kurniawati ke Batam. Mendengar hal itu, kurniawati langsung menyambut baik keinginan Bayu.

Pertemuanpun terjadi pada akhir bulan September, tapi Bayu mengatakan ia harus balik lagi ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan. Namun di bulan November Bayu menyebutkan kalau ia akan ke Batam. Apalagi Bayu saat itu ia mengatakan akan bertugas di Batam. Kurniawati ketika sempat juga dilihatkan identitas terdakwa sebagai pasi Intel bernama Bayu Aji Trisnanto.

Tak lama setelah itu, keduanya pun menjalani hubungan asmara. Ditengah jalinan asmara tersebut, Bayupun mengatakan kalau ia tak punya uang karena belum gajian. Dengan mudah Kurniawati meminjamkannya, karena percaya dengan Bayu. "Uang saya dipinjam sekitar Rp15 juta selain itu sepeda motor saya juga dipinjam dan tak dikembalikan,' ujar kurniawati.

Namun usai menguras harta Kurniawati, Bayu mulai jarang menampakan batang hidungnya, hingga menimbulkan pertanyaan dihati wanita berkerudung ini. Karena merasa resah, Kurniawati langsung menanyakan hal itu kekantor Batalion TNI. Saat itu Kurniawati langsung kaget bukan main ketika anggota disana menjelaskan tak ada pasi intel bernama Bayu Aji Trisnanto. "Saya kaget dan saat itu diminta memancing pelaku keluar," ujar Kurniawati menyelesaikan keterangannya dan keluar ruang sidang sambil menangis.

Sementara Rusdianto mengatakan penangkapan terdakwa ketika ia mendapat laporan dari Kurniawati yang menanyakan keberadaan terdakwa.

"Dia kami tangkap ke Masjid Raya, Saat itu masih mengenakan pakaian anggota TNI. Setelah meyakini kalau dia pasi intel palsu kami langsung serahkan ke POM. Dari sana diserahkan ke Polisi dan saya diambil keterangan," kata Rusdianto.

Hakim juga mencocokkan antara KTA yang palsu dan KTA yang asli. KTA palsu ditandatangani oleh komandan berpangkat Brigjen, sedangkan KTA asli ditandatangani oleh oleh Danyon berpangkat Letkol.

"KTA kita ditandatangani oleh Komandan Yonif berpangkat Letkol," ungkap Rusdianto.

Disana hakim Saiman sempat menasehati terdakwa yang seenaknya menyamar jadi orang penting untuk kepentingan pribadi. "Kalau mau jadi Pasi Intel belajar dulu. Ini asal-asalan saja. Seenaknya saja kamu memperburuk citra orang lain," ujar Saiman.

Bayu saat itu mengakui kesalahannya. Ia meminta maaf kepada Pasi Intel asli dan Kuniawati. "Saya minta maaf. Sekarang saya sungguh menyesal," terang lelaki asal Bandung ini.

Terdakwa mengatakan membuat KTA palsu sendirian di Bandung dengan melihat contoh dari internet. Seragam TNI dipesan dari Andika Taylor, sedangkan sepatu dibeli seken dari Batuampar.

"Saya melakukan itu untuk menarik hati ibu Kurnia. Pakai uang 15 juta untuk kebutuhan sehari-hari. Saat itu ibu Kurnia kasihan melihat saya. Sedangkan sepeda motor yang saya pakai dicuri orang dari tempat parkir," terang terdakwa.

Atas perbuatan itu, terdakwa dianggap melanggar pasal 263 ayat 1. Sidangpun ditunda hingga minggu depan dengan agenda pembacaan tuntutan.(BP/mrib)