Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com
Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi.
Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Sabtu, 14 Januari 2012
BNN Obrak-abrik Ladang Ganja
MADINA-SUMUT (bharatanews): Dalam dua bulan ke depan, Badan Narkotika Nasional berjanji akan menghabisi ladang-ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Manida), Sumatera Utara. Badan ini mensinyalir, ladang-ladang asal Medan itu merupakan pemasok ganja terbesar di nusantara setelah Aceh.
Janji BNN itu bukan cuma pepesan kosong. Dalam dua hari terakhir ini, BNN bersama 100 personel dari Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Satpol PP dan gegana, mencabuti sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektar lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina.
Rombongan yang dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol Beni Mamoto, Kepala BNN Madina AKBP Eddy Mashuri, Wakil Bupati Madina Dahlan Nasution, dan Kasat Narkoba Polres Madina AKP Hendra. Mereka berangkat dari Polres Madina pukul 09.00 WIB.
Sebagian lewat jalur udara dengan menggunakan Helikopter Polisi P-3101. Sebagian lagi lewat jalur darat. Tim berhasil menemukan lahan ganja sekitar 3 hektar dari tempat terpisah. Dan, dari tiga hektar itu, tim menemukan sekitar 10 ribu batang ganja termasuk bibit yang masih berusia sekitar satu atau dua minggu.
Menurut Brigjen Pol Beni Mamoto didampingi Wakil Direktur Narkoba Polda Sumut AKBP Afriyanto SIK, Wabup Madina, operasi ini merupakan program pemberantasan narkoba secara nasional. Sebab, menurut BNN Kabupaten Madina merupakan pemasok ganja terbesar setelah Nangroe Aceh Darusallam (NAD).
BNN sendiri, terang Beni, akan melaksanakan operasi ini secara terus-menerus dan berkesinambungan.
"Operasi ini merupakan tahapan dalam pemberantasan narkoba. Kami yakin ganja yang berasal dari Madina ini akan sampai ke Jakarta. Ngapain kita menguras tenaga memberantas ganja di Jakarta, kalau kita tahu di mana sumbernya. Artinya, prioritas pertama kita adalah pembasmian sumber-sumbernya. Kita akan jalan terus sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Sekali dalam dua bulan kami akan melakukan pemusnahan lahan ganja ke Madina," jelas Beni.
Beni juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Madina yang telah memfasilitasi bagaimana upaya untuk menyadarkan masyarakat sekitar penemuan lahan untuk mengalihkan profesinya. Misalnya bertani sayur-mayur, beternak, dan lainnya.(MS/mrib)