Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com
Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi.
Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Sabtu, 14 Januari 2012
Densus 88 Diterjunkan ke Aceh
JAKARTA-(Bharatanews): Mencegah terjadinya tindak kekerasan dan aksi terorisme di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Mabes Polri menerjunkan Densus 88 ke Serambi Mekah. Turunnya polisi anti teror itu juga untuk mengatisipasi tindak kriminal selama tahapan Pemilukada. Mabes Polri meyakini, teror dan tindak kekerasan ini akibat Pemilukada.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman menduga, peristiwa penembakan dan teror ini sengaja dilakukan kelompok tertentu untuk meresahkan masyarakat dan menciptakan Aceh menjadi zona merah.
Hingga hari ini, 13 nyawa melayang dalam rangkaian kekerasan di wilayah ini. Selain itu 13 orang lainnya korban luka. Korban-korban kekerasan ini berasal dari etnis tertentu.
"Ini adalah yang bertujuan membuat rasa takut masyarakat. Terjadinya upaya-upaya menggagalkan pemilukada. Untuk menggagu tahapan-tahapan pemilu," tambah Kabareskrim kepada wartawan di Gedung DPR RI.
Mabes Polri juga yakin, Konflik akan semakin meningkat dalam tahapan Pimulkada yang akan dimulai 16 Februari 2012 mendatang. Mabes Poli melihat, ada banyak potensi kerawanan. Pada tahap kampanye misalnya, ada potensi kerawanan berupa pengrusakan spanduk dan kemungkinan bentrok antar pendukung.
"Ini belum money politics di saat masa tenang dan intimidasi-intimidasi," kata jenderal bintang tiga ini.
Pada saat pemungutan suara atau pencoblosan, dimungkinkan terjadi praktek kekerasan bersenjata, intimidasi, dan kemungkinan tak ada pihak-pihak yang mau jadi saksi karena ketakutan. Untuk mengantisipasinya, Polda Aceh menyelidiki dan memantau seluruh komunikasi di Aceh.
Belakangan ini, jajaran polisi Polda Aceh terus menggelar operasi-operasi pembinaan, untuk kesiapan pengamanan, hingga tingkat Kamtibnas. Mulai dari sekolah, tokoh agama hingga mendekati kelompok masyarakat secara persuatif.(JP/mrib)