MALANG-JAWA TIMUR (bharatanews): Bupati Malang, Jawa Timur, Rendra Kresna terlihat sangat geram begitu mengetahui namanya digunakan oleh sejumlah pihak untuk memperoleh dana bantuan dari pemerintah pusat.
Kepada wartawan kemarin usai menghadiri rapat Paripurna membahas Pertanggung Jawaban Penggunaan APBD Tahun 2012, Rendra membantah jika dirinya menyuruh pihak ketiga untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat.
Dirinya, tegas dia, tidak pernah menyuruh calo anggaran untuk berangkat ke Jakarta. Pihaknya juga tidak pernah menggunakan pihak ketiga, yakni calo anggaran dalam memperoleh dana bantuan apapun dari pemerintah pusat.
"Kami tidak pernah memakai pihak ketiga maupun calo anggaran. Kalau ada yang membawa-bawa nama saya untuk meminta anggaran bantuan ke pusat, itu tidak benar," tegas Rendra dengan wajah geram.
Masih kata Rendra, selama ini, pihaknya dalam menerima dana bantuan dari pusat sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Selain tidak pernah menyuruh mafia ataupun calo anggaran, jika ada yang mencatut namanya, hal itu sudah kelewatan dan tidak bisa dibenarkan.
Ia melanjutkan, untuk mengurus dana bantuan, baik di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Departemen Keuangan (Depkeu), maupun ke Panitia Anggaran (Panggar), pihaknya selalu melakukan kajian lebih dulu dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
"Untuk mengurus anggaran bantuan, ada kajiannya. Tidak lewat calo anggaran. Tidak benar kalau kami justru menyuruh orang lain diluar birokrasi untuk mengurusnya," kata Rendra.
Pria yang juga menjabat Presiden Kehormatan Arema ISL itu, menjelaskan laporan dan hasil investigasi dari LIRA terkait adanya calo anggaran yang mencatut namanya, bisa dicek langsung ke pemerintah pusat.
"Kami tidak pernah menyuruh calo anggaran. Soal beberapa nama yang katanya dapat perintah atau kuasa dari saya ke lembaga-lembaga di Jakarta, sama sekali tidak pernah saya beri kuasa apapun," tandas Bupati dengan nada kesal.(BJ/dif)
