Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Kamis, 12 Juli 2012

Gawat, Belasan Ribu Hektar Hutan di Lombok Utara Kritis




LOMBOK UTARA-NTB (bharatanews): Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) H Djohan Sjamsu, mengakui jumlah lahan hutan kritis di wilayah pimpinannnya termasuk besar.

Data terakhir menyebutkan, lahan kritis mencapai 13,925 hektar. Selain jumlah arealnya yang besar, hutan terdapat hampir di semua kecamatan yang mencakup, Pemenang, Tanjung, Gangga, Bayan dan Kecamatan Kayangan.

"Sejak 2009 sampai 2011, kami sudah melakukan penanaman sebanyak 3,250 juta pohon di areal seluas 7.869 hektar," ujar Bupati saat menerima rombongan Tim Penilai Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari tingkat Nasional di Kecamatan Kayangan.

Keberadaan lahan kritis, kata dia, perlu mendapat penanganan serius. Upaya penanaman pohon pada lahan kritis telah digencarkan selama 3 tahun belakangan ini. Untuk reboisasi bekas Hak Pengelolan Hutan sebanyak 274 ribu di lahan seluas 2.285 hektar, 60 ribu batang untuk hutan rakyat seluas 150 hektar, di sekitar mata air 218 ribu batang serta selebihnya di kawasan swadaya masyarakat.

Menurut bupati, keberadaan hutan kritis perlu mendapat perhatian bersama antara pemerintah dan masyarakat pihak-piahk lainnya. Caranya dengan menggencarkan program one man one tree untuk mendukung terwujudnya NTB Hijau.

"Beberapa kelompok masyarakat sudah melakukan penghijauan, seperti Kelompok Tani Sinar Harapan. Dari reboisasi itu, ada kelompok masyarakat yang memanfatkan hutan untuk pertanian, seperti bertani, menanam jagung, kayu, umbi-umbian dan lainnya. Kami optimis, tidak lama lagi, lahan kritis bisa teratasi dan diantisipasi jadi lahan produktif," jelasnya.(SN/dif)