JOMBANG-JAWA TIMUR (bharatanews): Kantor Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dinihari tadi disatroni kawanan permapok. Meski tidak berhasil membawa barang berharga dari kantor pemerintah itu, namun kawanan perampok sempat menyandera empat Satpam yang berjaga.
Mereka yang disekap diantaranya Suwanto, Sunardiono, M Sugeng, serta Wicaksono. Saat ditemukan, mereka dalam kondisi mulut terlakban dan tangan terikat di pos jaga. Suwanto, salah satu korban mengatakan, permapokan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.
Saat itu ia dan tiga rekannya sedang berjaga. Sejurus kemudian datang empat orang dengan menggunakan helm teropong. Tanpa banyak kata, salah satu dari pelaku menodongkan golok kepada para Satpam.
Mereka meminta agar para petugas keamanan itu diam. Selanjutnya, pelaku lain memasang lakban serta mengikat empat Satpam tersebut. "Kami tidak berani melawan. Karena mereka mengancam akan membunuh," ujar Suwanto kepada wartawan di sela olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) siang tadi.
Kejadian selanjutnya, komplotan tersebut masuk kantor serta mengacak-acak sejumlah ruangan. Di lokasi kejadian terlihat sedikitnya dua brankas yang kondisinya terbalik. Meski kondisi gelap, namun Suwanto masih hafal ciri fisik para pelaku. Mereka berpostur tinggi besar.
"Satu orang bicaranya logat Madura, dan yang lainnya logat Jombang," ujarnya.
Sementara itu, Polres Jombang membenarkan kejadian tersebut. Bahkan korps berseragam cokelat itu sudah melakukan oleh TKP. Polisi juga memastikan, meski sempat mengacak-acak isi kantor, namun tidak ada barang yang hilang.
"Kebetulan brangkas yang menjadi sasaran pelaku tidak ada isinya. Jadi tidak ada barang yang hilang," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo seraya membenarkan adanya aksi perampokan tersebut, dan polisi telah mengantongi ciri 5 pelaku perampokan itu.
Widodo juga mengungkapkan, sekitar 200 meter dari TKP, polisi menemukan sebilah golok yang ditinggalkan perampok di depan rumah warga. Selanjutnya, senjata tajam itu disita sebagai barang bukti dan bahan penyelidikan. "Kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, kini sedang dalam pengejaran," tegasnya.(BJ/dif)
