Bupati Blora Apresiasi Gotong Royong Warga Nglebak

Blora,bharatanews.com-Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Sri Setyorini mengunjungi Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, setelah aksi gotong royong warga memperbaiki jalan secara mandiri viral di media sosial. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi jalan sekaligus memberikan dukungan nyata, bukan sekadar membuat konten.

Dalam kunjungan itu, Bupati berjalan kaki meninjau sejumlah ruas jalan yang tengah diperbaiki warga, seperti jalur Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung. Ia juga menyerahkan bantuan berupa 300 sak semen serta memerintahkan dinas terkait untuk membantu material grosok guna mendukung pembangunan.

Perbaikan jalan dilakukan warga melalui swadaya dengan sistem urunan. Masyarakat menyumbang material, tenaga, dana, hingga konsumsi yang disiapkan secara gotong royong oleh warga, termasuk ibu-ibu setempat. Kegiatan ini bermula dari kesepakatan rapat warga dan dikelola secara transparan oleh pemerintah desa.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengapresiasi kehadiran Bupati dan menegaskan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu pembangunan. Ia juga menyebut jalan tersebut terakhir diperbaiki sekitar tahun 2012.

Selain meninjau, Bupati juga mengikuti kegiatan buka puasa bersama, salat tarawih, dan menyerahkan santunan kepada anak yatim melalui Baznas. Dalam kesempatan itu, ia mengakui masih banyak infrastruktur jalan yang perlu diperbaiki di Blora dan menjadikannya sebagai prioritas pemerintah daerah.

Bupati juga mendorong agar model gotong royong yang dilakukan warga Nglebak dapat menjadi contoh bagi desa lain. Ia berkomitmen mengupayakan perbaikan jalan melalui anggaran perubahan 2026 atau paling lambat pada 2027, termasuk kemungkinan mendapatkan dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD).

Meski sempat menjadi sorotan di media sosial, warga menegaskan bahwa kunjungan Bupati membawa manfaat nyata. Ke depan, wilayah Nglebak dan Megeri direncanakan menjadi pusat ekonomi, seiring adanya proyek strategis nasional yang diharapkan turut mendorong pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA  Lonjakan Wisatawan Borobudur di Operasi Ketupat Candi 2026, Situasi Tetap Aman dan Terkendali

Sebagai desa dengan mayoritas warga yang menggantungkan hidup pada pertanian tebu dan peternakan, akses jalan yang baik dinilai sangat penting. Saat ini, aktivitas ekonomi warga lebih banyak terhubung ke wilayah Ngawi karena jaraknya lebih dekat dibandingkan pusat Kota Blora.