Jembatan Garuda Perkuat Akses dan Keselamatan Warga

Purwodadi || bharatanews.com — Pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Lusi resmi dimulai dan diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta keselamatan masyarakat Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Proyek infrastruktur ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas warga.

Groundbreaking dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) dan dihadiri Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo. Jembatan sepanjang 100 meter tersebut dirancang untuk melayani sekitar 800 kepala keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama saat melintasi Sungai Lusi.

Dalam sambutannya, Sugeng menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk pemerataan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Grobogan mendapatkan sembilan jembatan dari program ini. Ini bentuk pemerataan infrastruktur yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program Jembatan Garuda sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah. Di Grobogan, alokasi mencakup dua jembatan dukungan Aramco dan tujuh jembatan gantung. Sebelumnya, satu jembatan telah diresmikan di Kedungjati, sementara pembangunan di Kedungrejo dan Cingkrong menjadi tahap lanjutan.

Sugeng juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan, khususnya bagi pelajar yang setiap hari harus menyeberangi jalur berisiko. Ia mengaitkan pembangunan ini dengan arahan Prabowo Subianto terkait keselamatan akses pendidikan.
“Harapan Bapak Presiden adalah memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman. Tidak ada lagi yang harus menghadapi risiko saat menyeberang,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Pangdam IV/Diponegoro, Achiruddin, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari tahap ketiga dan keempat program di wilayahnya, yang dilaksanakan secara serentak agar penyelesaian lebih efisien.

Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya bersifat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengedepankan semangat kebersamaan.
“Ini program pusat yang dikerjakan TNI melalui karya bakti bersama masyarakat. Bukan semata proyek kontraktual, tetapi gotong royong untuk membuka akses yang selama ini terputus,” jelasnya.

BACA JUGA  Gereja Wonogiri Dipadati Para Jamaah

Pembangunan Jembatan Garuda ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan sejak peletakan batu pertama. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias proyek tersebut.

Dengan hadirnya jembatan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, sekaligus memberikan rasa aman dan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.