Batang || bharatanews.com – Warga Desa Binangun, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengkhawatirkan kondisi tebing setinggi sekitar 12 meter yang berdiri di belakang pemukiman mereka karena dinilai mengancam keselamatan keluarga di sana.
Kekhawatiran itu disampaikan oleh Zaenal Arifin, warga RT 03 RW 01, yang rumahnya hanya beberapa langkah dari bibir tebing. “Setiap hujan turun, kami tidak bisa tenang. Takut tiba‑tiba longsor,” ujar Zaenal kepada awak media, Rabu (1/4/2026).
Menurut Zaenal, erosi tanah yang berlangsung selama bertahun‑tahun telah menggerus tebing secara signifikan dan menciptakan jurang curam tanpa penahan. Ia mengatakan hingga kini belum ada langkah konkrit dari pemerintah desa atau kabupaten untuk menangani ancaman bencana ini.
“Kami sudah laporkan ke pihak desa, tapi belum ada tindakan. Apa kami harus menunggu longsor dulu baru ada penanganan?” keluhnya.
Menanggapi kekhawatiran warga, Sekretaris Desa Binangun, Abrori, mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah menganggarkan pemasangan bronjong untuk menahan tebing. “Tapi karena efisiensi anggaran, kami saat ini masih memprioritaskan pekerjaan fisik di jalan utama,” jelas Abrori.
Abrori menambahkan pihak desa akan berupaya mencari alternatif solusi dan berharap dapat segera merealisasikan penanganan melalui bantuan dana aspirasi dewan. “Mudah‑mudahan bisa kami usahakan melalui bantuan dana aspirasi dewan,” katanya.
Zaenal pun secara terbuka meminta perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Batang, khususnya bupati, untuk turun tangan sebelum ancaman ini berujung pada bencana.








