Kisah Devi Dja Artis Hollywood asal Indonesia, Diundang Berkunjung ke Istana Negara oleh Presiden Soekarno

Kisah Devi Dja Artis Hollywood asal Indonesia, Diundang Berkunjung ke Istana Negara oleh Presiden Soekarno.

 

Jakarta ||Bharatanews.com-Kisah hidup Devi Dja adalah potret perjuangan luar biasa yang lahir dari kesederhanaan, lalu menjelma menjadi cahaya Indonesia di panggung dunia. Terlahir dengan nama Soetidjah dari keluarga Jawa yang hidup dalam keterbatasan, ia mengawali perjalanan seninya dengan mengamen bersama kakek dan neneknya sebuah langkah kecil yang kelak mengantarkannya menuju panggung besar internasional.

 

Takdir membawanya bertemu dengan kelompok sandiwara legendaris Dardanella, tempat bakatnya mulai diasah. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan pesona luar biasa. Bahkan di usia muda, Devi Dja dipercaya menggantikan pemeran utama dalam sebuah pertunjukan penting momen yang menjadi titik balik kariernya.

 

Bersama Dardanella, ia menjelajah dunia: dari Asia hingga Eropa, bahkan menembus Amerika Serikat. Di sanalah namanya semakin bersinar. Kelompok tersebut kemudian bertransformasi menjadi “Devi Dja’s Bali and Java Cultural Dancers,” menjadikan dirinya sebagai duta budaya yang memperkenalkan kekayaan seni Indonesia ke panggung global.

 

Namun perjalanan hidupnya tak selalu mulus. Perang Dunia II membuatnya terjebak di Amerika. Untuk bertahan hidup, ia membuka klub malam bernama Sarong Room di Chicago bersama suaminya, Piedro. Meski sempat sukses, tragedi kebakaran menghancurkan usaha tersebut. Kehilangan demi kehilangan termasuk wafatnya sang suami tak menghentikan langkahnya.

 

Di tengah badai kehidupan, Devi Dja justru semakin kuat. Ia terus berkarya, bahkan akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat pada 1951. Meski demikian, cintanya pada tanah air tak pernah padam. Ia tetap memperkenalkan budaya Indonesia melalui tarian, seni, dan kuliner di negeri orang.

 

Perjalanan hidupnya juga bersinggungan dengan tokoh besar bangsa. Ia pernah bertemu dan diundang ke Istana oleh Soekarno, yang melihatnya sebagai representasi kebanggaan Indonesia di dunia internasional. Meski tak kembali menetap di Indonesia, dedikasinya sebagai duta budaya tetap abadi.

BACA JUGA  Sidang Lapangan Kasus Hutan di Pelalawan Diwarnai Dugaan Provokator

 

Hingga akhir hayatnya pada 19 Januari 1989 di Los Angeles, Devi Dja tetap dikenang sebagai pionir artis Indonesia pertama yang menembus industri hiburan Amerika. Ia bukan sekadar seniman, melainkan simbol keteguhan, keberanian, dan cinta tanah air yang tak lekang oleh waktu.