Penyesalan di Ujung Kekuasaan: Soeharto Akui Teguran Benny Moerdani Ternyata Benar

Jakarta ||Bharatanews.com-Di balik kokohnya kekuasaan Orde Baru, tersimpan sebuah kisah refleksi yang baru terungkap bertahun-tahun kemudian. Soeharto, sosok yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, pernah mengakui sebuah penyesalan besar dalam hidupnya.

 

Kisah itu bermula pada tahun 1984, ketika Panglima ABRI saat itu, Benny Moerdani, dengan berani menyampaikan teguran langsung kepada Soeharto. Ia mengingatkan tentang meluasnya bisnis anak-anak Presiden yang dinilai mulai memanfaatkan kekuasaan dan bahkan merambah sektor strategis seperti pengadaan alutsista.

 

Namun teguran tersebut tidak diterima dengan baik. Soeharto merasa tersinggung, menganggapnya sebagai sikap yang melampaui batas. Hubungan keduanya pun merenggang, hingga akhirnya Benny dicopot dari jabatannya sebagai Panglima ABRI.

 

Waktu berlalu. Tahun 2004, saat Benny Moerdani terbaring sakit, Soeharto datang menjenguk. Dalam momen yang penuh keheningan itu, ia mengakui bahwa teguran yang pernah disampaikan dua dekade sebelumnya ternyata benar.

 

Ia menyadari bahwa keterlibatan bisnis keluarga turut memicu keresahan, bahkan berkontribusi pada krisis dan gelombang kemarahan rakyat yang berujung pada runtuhnya kekuasaannya pada 1998.

 

Kisah ini menjadi potret bahwa di balik kekuasaan besar, selalu ada ruang untuk refleksi bahwa kebenaran, meski pahit, pada akhirnya akan menemukan jalannya.

Sumber : Tribunnews.com

#Soeharto #BennyMoerdani #OrdeBaru #SejarahIndonesia #KeluargaCendana #RefleksiSejarah #Kepemimpinan

BACA JUGA  Sosok Jusuf Kalla Sang Tokoh Perdamaian