MEDAN || bharatanews.com – Pemimpin Redaksi TRIBRATA TV, Edrin Adriansyah Nasution, menjadi salah satu korban dugaan penipuan travel umroh abal-abal yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah dan melibatkan puluhan calon jemaah.
Kasus ini dilaporkan ke Polda Sumatera Utara bersama sejumlah korban lainnya. Total kerugian yang dialami para korban dalam perkara ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Edrin mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas agar kasus tersebut tidak terus berlarut dan menimbulkan korban baru.
“Tercatat laporan para korban sudah masuk di Polda Sumut dan beberapa polres. Kerugiannya miliaran rupiah,” ujarnya.
Travel umroh yang diduga terlibat adalah PT Safira Makkah Madinah Wisata atau dikenal dengan Alsaf Tour. Perusahaan tersebut diketahui sudah beberapa kali berpindah alamat dan kini tidak lagi beroperasi secara jelas.
Selain itu, izin operasional travel tersebut juga telah dinonaktifkan dan diblokir oleh Kementerian Agama karena banyaknya laporan dari masyarakat.
“Dengan banyaknya korban, kami mendesak agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak ada korban lain,” tegas Edrin.
Data sementara menyebutkan, sedikitnya 64 calon jemaah telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Bahkan jumlah korban diduga lebih besar karena banyak yang belum melapor.
Sejumlah pihak juga telah membuka posko pengaduan untuk menampung korban yang tersebar di berbagai daerah, baik di Sumatera maupun luar daerah.
Kasus ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh, terutama memastikan legalitas dan izin resmi sebelum melakukan pembayaran.








