Jakarta||Bharatanews.com-Sekelompok orang tertentu yang memainkan frasa ‘rakyat Iran keras kepala’. Pernyataan Presiden Prabowo yang dalam konteks utuhnya bermakna pujian atas keteguhan dan tegas dalam memegang prinsip, telah disulap jadi seolah² hinaan. Rakyat Indonesia, yang sebagian besar ummat Islam, merasa tidak nyaman dengan pemimpin nasionalnya. Sebagian lain yang memang sudah tidak suka, naik level jadi benci.
Tak pelak lagi, ada yang bermain di balik narasi sesat ini. Ini bagian dari operasi pembusukan dari dalam. Prabowo terancam.
Tapi pertanyaannya, kenapa polisi belum juga begerak? Bukankah Polri punya divisi siber? Punya alat lengkap dan canggih? Punya perangkat UU, mulai dari ITE hingga pasal² penyebaran berita bohong dan fitnah.
Tapi, kenapa sama sekali tak bertindak? Apa karena aktor intelaktualnya bukan orang sembarangan? Atau, karena si pemberi perintah adalah sosok yang memang tak tersentuh hukum?
Siapakah mereka? Bagaimana dengan kekuatan lama yang belum legowo? Mungkinkan ada kombinasi kepentingan asing yang ikut mendompleng? Polri pasti bisa membongkarnya. Kalau mau!








