MBG di Desa Pahesan Jadi Ladang Bancakan Anak SDN Wanotunggal dikasi Mie dan Telur Orang Tua Murka

Grobogan ||Bharatanews.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan bagi anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Grobogan justru berubah menjadi polemik panas. Di SDN Wanotunggal, Kecamatan Godong, para wali murid mengaku kecewa dan geram setelah melihat menu makanan yang dinilai sangat tidak layak untuk disebut bergizi.
Alih-alih mendapat makanan sehat dan seimbang, para siswa disebut hanya menerima mi, telur, serta sedikit irisan wortel dan jagung tanpa nasi. Kondisi itu langsung memicu kemarahan para orang tua yang menilai ada dugaan permainan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.
“Ini program makan bergizi atau program asal kenyang? Anak-anak sekolah kok cuma diberi seperti itu. Sangat memprihatinkan,” ujar salah satu wali murid dengan nada kesal.
Warga mempertanyakan transparansi anggaran MBG yang dikabarkan mencapai Rp10 ribu per porsi. Mereka menilai menu sederhana tersebut tidak sebanding dengan nominal yang telah disiapkan pemerintah.
“Kalau benar nilainya Rp10 ribu, kami curiga ada yang tidak beres. Jangan sampai ada oknum yang menjadikan program pemerintah untuk mencari keuntungan pribadi,” tambahnya.
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Namun di lapangan, justru muncul dugaan kualitas makanan ditekan demi meraup keuntungan lebih besar.
Para wali murid mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di wilayah tersebut. Mereka meminta pihak pengelola diperiksa apabila benar ditemukan dugaan penyimpangan anggaran maupun pengurangan kualitas makanan.
“Jangan sampai anak-anak dijadikan korban proyek. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi bangsa,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai keluhan para orang tua murid tersebut.

BACA JUGA  Polisi Tutup Mata Maraknya Aktivitas BBM Ilegal di Ogan Ilir