Gubernur Dorong BUMD Tingkatkan Pendapatan Daerah

Semarang || bharatanews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi pengungkit utama pendapatan daerah sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026), dalam rangka pengawasan terhadap BUMD dan bank daerah.

Gubernur mengungkapkan, saat ini terdapat 122 BUMD kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terdiri dari berbagai sektor, mulai dari lembaga keuangan, aneka usaha, hingga perusahaan air minum. Selain itu, terdapat 41 BUMD milik pemerintah provinsi dengan kinerja yang menunjukkan tren positif hingga tahun 2025.

“Prinsipnya BUMD adalah harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegas Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, salah satu tulang punggung penguatan ekonomi daerah adalah Bank Jateng, yang tidak hanya menopang transaksi keuangan pemerintah daerah, tetapi juga berperan dalam mendukung sektor produktif, UMKM, ketahanan pangan, hingga digitalisasi layanan keuangan.

Data menunjukkan, kinerja BUMD di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan signifikan, baik dari sisi aset, laba bersih, hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah. Bahkan, target dividen BUMD pada periode 2026–2030 diproyeksikan terus meningkat.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, terutama di sektor perbankan daerah.

“Bank daerah tidak boleh dilihat hanya sebagai institusi perbankan biasa yang mengejar keuntungan semata. Bank daerah adalah BUMD yang dibentuk dengan mandat yang lebih luas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi model nasional dalam pengelolaan BUMD yang akuntabel dan berdampak langsung bagi masyarakat.

BACA JUGA  Polres Karanganyar Bongkar Peredaran Obat Keras, 789 Butir Trihexyphenidyl Diamankan

Menurutnya, keberhasilan BUMD tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan tata kelola dan inovasi, BUMD diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.