MOJOKERTO || bharatanews.com – Kecelakaan kerja tragis terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Mojokerto. Dua pekerja tersengat listrik saat memasang lisplang, satu di antaranya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kedua korban diketahui tengah bekerja di ketinggian sekitar lima meter saat memasang bagian atap bangunan.
Diduga, alat kerja atau bagian tubuh korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di sekitar lokasi proyek. Sengatan listrik tersebut menyebabkan korban terpental dari ketinggian.
Salah satu korban, Nasrudin Thoha (55), dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Fatchur Rochman (54), mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Seorang saksi mata menyebut suasana sempat panik saat kejadian berlangsung. Warga berusaha meminta aliran listrik segera dipadamkan untuk menghindari korban tambahan.
Pihak pengawas proyek menyatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan pengarahan terkait keselamatan kerja. Namun insiden ini tetap terjadi dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Kami akan meningkatkan pengawasan dan lebih menekankan aspek keselamatan kerja,” ujar pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama bagi pekerja yang beraktivitas di dekat jaringan listrik bertegangan tinggi.
Masyarakat dan pekerja konstruksi diimbau untuk lebih waspada serta memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa.








